RSS

MENJAWAB TUDUHAN ANJURAN MEMBUNUH PADA QS 9:5 DAN SIAPA YANG LEBIH DAHULU MENYERANG MUSLIM ATAU KAUM KAFIR

20 Jul

“(Inilah pernyataan) pemutusan hubungan dari Allah dan RasulNya (yang dihadapkan) kepada orang-orang musyrikin yang kamu (kaum muslimin) telah mengadakan perjanjian (dengan mereka). ” QS : 9:1

Ayat-ayat ini adalah cerita tentang pernyataan Alloh melakukan pemutusan hubungan damai kepada kaum musyrikin

“Maka berjalanlah kamu (kaum musyrikin) di muka bumi selama empat bulan dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak akan dapat melemahkan Allah, dan sesungguhnya Allah menghinakan orang-orang kafir[627]. ” QS : 9:2

[627]. Sebelum turunnya ayat ini ada perjanjian damai antara Nabi Muhammad s.a.w. dengan orang-orang musyrikin. Di antara isi perjanjian itu adalah tidak ada peperangan antara Nabi Muhammad s.a.w. dengan orang-orang musyrikin, dan bahwa kaum muslimin dibolehkan berhaji ke Makkah dan tawaf di Ka’bah. Allah SWT membatalkan perjanjian itu dan mengizinkan kepada kaum muslimin memerangi kembali. Maka turunlah ayat ini dan kaum musyrikin diberikan kesempatan empat bulan lamanya di tanah Arab untuk memperkuat diri.

Ayat ini menjelaskan bahwa Alloh memberikan kesempatan 4 bulan kaum musyrikin untuk memperkuat diri sebelum berperang

“Dan (inilah) suatu permakluman daripada Allah dan Rasul-Nya kepada umat manusia pada hari haji akbar[628] bahwa sesungguhnya Allah dan RasulNya berlepas diri dari orang-orang musyrikin. Kemudian jika kamu (kaum musyrikin) bertobat, maka bertaubat itu lebih baik bagimu; dan jika kamu berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kamu tidak dapat melemahkan Allah. Dan beritakanlah kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. ” QS : 9:3

[628]. Berbeda pendapat antara mufassirin (ahli tafsir) tentang yang dimaksud dengan haji akbar, ada yang mengatakan hari Nahar, ada yang mengatakan hari Arafah. Yang dimaksud dengan haji akbar di sini adalah haji yang terjadi pada tahun ke-9 hijrah.

Ayat ini menjelaskan bahwa Alloh masih mau menerima taubatnya kaum musyrikin

“kecuali orang-orang musyrikin yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun (dari isi perjanjian)mu dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kamu, maka terhadap mereka itu penuhilah janjinya sampai batas waktunya[629]. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaqwa. ” QS : 9:4

 

[629]. Maksud yang diberi tangguh empat bulan itu ialah: mereka yang memungkiri janji mereka dengan Nabi Muhammad SAW. Adapun mereka yang tidak memungkiri janjinya maka perjanjian itu diteruskan sampai berakhir masa yang ditentukan dalam perjanjian itu. Sesudah berakhir masa itu, maka tiada lagi perdamaian dengan orang-orang musyrikin.

 

 

Ayat ini menjelaskan kalau ada sebagian kaum musyrikin yang melanggar perjanjian di dalam masa 4 bulan itu maka yang sebagian itu tidak ada perjanjian damai dalam arti kaum muslimin berhak membela diri.

“Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu[630], maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan[631]. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.” QS : 9:5

[630]. Yang dimaksud dengan bulan Haram disini ialah: masa 4 bulan yang diberi tangguh kepada kamu musyrikin itu, yaitu mulai tanggal 10 Zulhijjah (hari turunnya ayat ini) sampai dengan 10 Rabi’ul akhir.

[631]. Maksudnya: terjamin keamanan mereka.

Ayat ini adalah perintah perang pada massa itu jika telah habis masa 4 bulan perjanjian damai

“Dan jika seorang diantara orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui. ” QS : 9:6

Ayat ini adalah perintah untuk MELINDUNGI KAUM MUSYRIKIN yang meminta perlindungan alias tidak melakukan perlawanan / menyerah maka Alloh memerintahkan kita juga untuk mengantarkan ketempat yang aman baginya. Ini bukti ayat bahwa muslim tidak boleh membunuh orang kafir dalam kondisi perang jika orang itu menyerah bahkan islam harus mengantarkannya pula ketempat yang aman apalagi dalam kondisi tidak perang namun jika kaum kafir melakukan penyerangan kaum muslimin WAJIB membela diri untuk menjaga kehormatan walau harus dibunuh atau membunuh itulah JIHAD. Sekarang logikanya kalau memang benar apa yang kalian fitnahkan kepada kami bahwa agama memerintahkan untuk membunuh semua kafir maka akan dapet hadiah surga, bagaimana mungkin orang non muslim bahkan yang murtad sekalipun bisa hidup berdampingan dengan rakyat indonesia yang mayoritas muslim apa ga habis populasi kalian wong di iming2in surga ??? ga masuk logika kan ??? jika pun ada itu hanya dibeberapa tempat yang dilakukan oleh Oknum bukan berarti perintah agama. Bahkan umat muslim wajib melindungi kaum kafir dinegara muslim ini kalau kita bicara soal perintah agama tapi kalo soal oknum laen soal. Benar dan logis itulah salah satu JIHAD bagi kami membela kehormatan diri dan keluarga.

“Bagaimana bisa ada perjanjian (aman) dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin, kecuali orang-orang yang kamu telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil haraam[632]? maka selama mereka berlaku lurus terhadapmu, hendaklah kamu berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa. ” QS : 9:7

[632]. Yang dimaksud dengan dekat Masjidilharam ialah: Al-Hudaibiyah, suatu tempat yang terletak dekat Makkah di jalan ke Madinah. Pada tempat itu Nabi Muhammad SAW mengadakan perjanjian gencatan senjata dengan kaum musyrikin dalam masa 10 tahun.

Ayat ini memerintahkan kita kaum muslimin tidak boleh menyerang jika dalam perjanjian damai dan menjaga perjanjian damai

“Bagaimana bisa (ada perjanjian dari sisi Allah dan RasulNya dengan orang-orang musyrikin), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kamu, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kamu dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hatimu dengan mulutnya, sedang hatinya menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian). ” QS : 9:8

Hehehe ini sudah terbukti dengan nasib IRAK dan ARAB maaf ya saya tidak menuduh tp saya yakin ini juga kerjaan Oknum krn disisi lain Alloh mengatakan tidak semua ahli kitab seperti itu.

“Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu. ” QS : 9:9

“Mereka tidak memelihara (hubungan) kerabat terhadap orang-orang mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. ” QS : 9:10

Ayat ini menceritakan ada sebagian kaum musyrikin yang suka menyesatkan kaum muslimin dengan mensimpang siurkan ayat-ayat Alloh dan berpura-pura baik kepada kaum mukmin dan inilah orang-orang yang melampaui batas.

“Jika mereka bertaubat, mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui. ” QS : 9:11

Namun Alloh pun masih mau taubat mereka jika mereka bertaubat.

“Jika mereka merusak sumpah (janji)nya sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agamamu, maka perangilah pemimpin-pemimpin orang-orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang (yang tidak dapat dipegang) janjinya, agar supaya mereka berhenti. ” QS : 9:12

Bagi yang melanggar perjanjian damai sesudah berjanji serta mencerca agama islam maka kaum muslimin diperintahkan untuk membela diri dengan memerangi pemimpin2 orang2 kafir (bukan semuanya) hingga mereka berhenti untuk melanggar janji, jika berhenti maka kaum muslim harus menghentikan perperangan. Ini yang terjadi di palestina ….. jika ingin diceritakan lagi sejarahnya maka akan sangat panjang bagaimana negeri yang batas wilayahnya selalu sempit dan makin dipersempit.

 

“Mengapakah kamu tidak memerangi orang-orang yang merusak sumpah (janjinya), padahal mereka telah keras kemauannya untuk mengusir Rasul dan merekalah yang pertama mulai memerangi kamu? Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman. ” QS : 9:13

Ayat ini bukti bahwa yang pertama kali memerangi rosul adalah Kaum Kafir. 

“Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan (perantaraan) tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman. ” QS : 9:14

“dan menghilangkan panas hati orang-orang mukmin. Dan Allah menerima taubat orang yang dikehendakiNya. Allah maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. ” QS : 9:15

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Juli 20, 2011 in Al quran

 

tanggapan anda tentang blog ini

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: